Selasa, 07 Agustus 2012

Mau Mendengar




Apakah anda termasuk orang yang suka mendengar?
             
Bukan tanpa tujuan bila Tuhan menciptakan dua  telinga dan satu mulut kepada manusia, yaitu supaya kita lebih banyak mendengar daripada berkata-kata. Meski demikian, kebanyakan orang lebih mudah menggunakan mulutnya untuk hal-hal yang sia-sia, menghakimi orang lain, mengumpat, menggosip, marah, mengeluh, tetapi sangat sulit membuka telinganya terhadap teguran, nasihat, terlebih lagi firman Tuhan.
           
Itulah sebabnya Musa memerintahkan seluruh umat Israel, tanpa terkecuali, berkumpul supaya mereka mendengarkan hukum Tuhan dan belajar takut akan Dia. Alkitab menyatakan,  "...perhatikanlah cara kamu mendengar.  Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, kepadanya akan diberi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, dari padanya akan diambil, juga apa yang ia anggap ada padanya." (Lukas 8:18). Mendengarkan firman Tuhan adalah sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan orang percaya. Lebih penting lagi adalah mendengarkan dengan baik apa yang kita dengar.  Jika tidak, firman yang kita dengar itu tidak akan berdampak apa pun dalam hidup kita. Semakin banyak mendengar kita akan semakin mengerti; semakin mengerti membuat kita semakin percaya dan percaya membuat kita bertindak.
           
Ada contoh perempuan dengan pendarahan 12 tahun yang lalu menerima kesembuhan karena terlebih dahulu banyak mendengar berita tentang Tuhan Yesus. Kemampuannya mendengar perbuatan-perbuatan ajaib yang dikerjakan oleh Tuhan Yesus membuat imannya semakin bertumbuh, sehingga ia memiliki keberanian untuk menerobos kerumunan orang banyak dan menyentuh jumbai jubah Tuhan Yesus, meskipun ia dipandang najis menurut hukum taurat saat itu yang melarang dirinya menyentuh siapa saja;  "...di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: 'Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh.' Seketika itu juga berhentilah pendarahannya dan ia merasa, bahwa badannya sudah sembuh dari penyakitnya." (Markus 5:27-29).

T2. Bayangkan bahwa anda adalah orang yang lebih suka mendengar daripada mengeluarkan kata yang sia-sia.
T3. Marilah kita membuka telinga kita lebar-lebar untuk mendengar setiap firman yang disampaikan kepada kita, agar firman Tuhan bisa mendarah daging dan berkuasa dalam hidup kita. Bagikanlah berkat 3T hari ini kepada mereka yang membutuhkan kebenaran firman Tuhan ini.

Ayat hafalan: "Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus."  Roma 10:17

BANYAK MENDENGAR LEBIH BAIK DARIPADA BANYAK BERKATA-KATA

Senin, 06 Agustus 2012

Menjadi Manusia Baru


Apakah anda sudah menjadi manusia baru?
 
Sudah berapa lama saudara menjadi orang Kristen?  Ada yang menjawab, "Sudah bertahun-tahun, bahkan sejak lahir aku sudah Kristen." Namun tidaklah cukup sekedar menjadi orang Kristen atau membanggakan diri hanya karena kita berlabel seorang Kristen jika tidak disertai perubahan dalam hidup yang benar-benar nyata.

Yang dikehendaki Tuhan adalah orang Kristen yang telah meninggalkan kehidupan lamanya dan menjadi manusia baru. Yang dimaksud adalah manusia yang telah mengalami pembaharuan dalam hidupnya melalui proses pertobatan, yaitu percaya kepada Tuhan Yesus Kristus:  "...siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."  (2 Korintus 5:17). Sebagai manusia baru sudah seharusnya kita tidak lagi mengenakan tabiat manusia lama kita, tetapi mengenakan tabiat Kristus dan hidup kita menurut pimpinan Roh Kudus. Namun banyak orang Kristen masih bertabiat manusia lama.  Buktinya adalah seperti yang digambarkan Alkitab:  ada percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya (Galatia 5:19-21).
           
Untuk bertumbuh menjadi manusia baru, langkah yang harus kita lakukan adalah membuang cara hidup manusia lama itu dan menjadi serupa dengan Kristus, selanjutnya hidup dipimpin oleh Roh Kudus. Jelas bahwa dosa adalah faktor penghalang utama persekutuan kita dengan Tuhan.  Maka dari itu jangan pernah kita menyimpan dosa-dosa masa lalu yang terus menghantui dan menghambat pertumbuhan rohani kita; akuilah supaya darah Kristus bekerja menyucikan dosa-dosa kita, sebab "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan." (1 Yohanes 1:9). Sediakan banyak waktu untuk belajar firman Tuhan dan bersekutu dengan Tuhan sehingga kita semakin mengenal pribadi-Nya lebih mendalam dan bisa meneladani hidupnya; ini juga berarti kita mau dipimpin oleh Roh Kudus dan tidak lagi menuruti keinginan diri kita sendiri.

T2. Bayangkan bahwa anda adalah orang yang diubahkan menjadi manusia baru.

T3. Marilah kita mematikan dan membuang sifat-sifat yang tidak layak dihadapan Kristus dalam kehidupan duniawi kita kemudian kita ganti dengan manusia baru kita. Bagikanlah berkat 3T hari ini kepada mereka yang membutuhkan kebenaran firman Tuhan ini.

Ayat hafalan: "Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal Allah dengan pikirannya yang sia-sia."   Efesus 4:17b

MANUSIA LAMA MENDATANGKAN KESIA-SIAAN MANUSIA BARU MENDATANGKAN KEPASTIAN

Minggu, 05 Agustus 2012

Disiplin Merenungkan Firman



Mazmur 1:1-3

Disiplin yang bagaimanakah yang terdapat dalam ayat 1?

Pengajaran :

Sahabat, apa yang kita cintai, pasti terlihat dari apa yang kita lakukan. Contohnya jika kita mencintai futsal, pasti kita juga akan bermain futsal. Demikian juga jika kita mengaku mencintai firman-Nya, pasti kita akan membaca, merenungkan dan melakukan firman-Nya. Jika  tidak, perlu dipertanyakan apakah kita mengasihi firman-Nya.
           
Sahabat, iman tanpa perbuatan adalah mati. Demikian juga mengasihi, tanpa melakukannya dalam perbuatan, adalah dusta. Coba kita lihat, apa saja yang kita lakukan sehari-hari? Berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk merenungkan firman-Nya? 5 menit? 10 Menit? 30 menit? Dan berapa lama waktu yang kita habiskan untuk bekerja? Nonton TV? Tidur? Bukan berarti kita tidak boleh beraktifitas, tetapi jangan mengabaikan Tuhan dan menempatkan-Nya di atas segala aktifitas itu.
           
Yohanes dengan tegas berkata dalam 1 Yohanes 2:15-17, “Janganlah kamu mengasihi dunia dan apa yang ada di dalamnya. Jikalau orang mengasihi dunia, maka kasih akan Bapa tidak ada di dalam orang itu. Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia. Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.”
           
Sejujurnya, apakah yang Anda kasihi hari ini, atau apa yang lebih Anda kasihi hari ini, dunia atau Bapa dengan firman-Nya? Lihatlah melalui perbuatan Anda sehari-hari.

T2
Mari kita membayangkan, bahwa Anda adalah orang yang disiplin dlm merenungkan firman Tuhan.
T3
Mulai hari ini, berkomitenlah dalam merenungkan firman Tuhan. Catatlah setiap nasihat dan teguran yang Tuhan nyatakan dalam perenungan Anda setiap harinya.  Bagikanlah berkat hari ini kepada mereka yang membutuhkan.

Ayat hafalan:  
Mazmur 1:2 – “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.”

Disiplin Merenungkan Firman Tuhan Adalah Kunci Kebahagiaan Hidup

Sabtu, 04 Agustus 2012

Hidup Disiplin



Amsal 4:23-27

Hal-hal apa saja yang harus kita jaga dalam kehidupan kita?

Pengajaran :
Seorang Murid Kristus memiliki kehidupan yang disiplin. Dalam Amsal 4:23-27, terdapat empat hal yang harus dijaga dengan kedisiplinan tinggi oleh para murid Kristus. Keempat hal ini yaitu hati, mulut, mata dan perbuatan.
1. Hati. Berbicara tentang hati, berarti berbicara mengenai sikap hati dan motivasi seseorang. Jaga hati dari pengaruh-pengaruh negatif, seperti kekecewaan yang berlebihan, marah, kepahitan, dll. Kondisi hati, akan mempengaruhi seluruh kehidupan kita. Kondisi hati yang tidak baik, akan membuat mulut kita selalu berkata negatif.
2.  Mulut. Jika hati kita sedang kecewa terhadap seseorang, maka kita akan terpancing untuk mengucapkan hal-hal yang negatif tentang orang itu. Dengan melakukan langkah pertama, maka mulut kita juga akan terjaga dan selalu mengucapkan hal-hal yang membangun orang lain, supaya mereka memperoleh kasih karunia.
3.  Mata. Mata adalah jendela hati. Dengan menjaga mata (penglihatan) kita, maka hati pun terjaga. Jagalah mata kita terhadap pengihatan-penglihatan yang jahat. Jika mata kita gelap, betapa gelapnya kehidupan kita. Pergunakanlah mata untuk melihat hal-hal yang baik dari firman Tuhan.
4.  Perbuatan. Mata Tuhan mengawasi apapun yang kita lakukan. Tetapi sayangnya, sering kali manusia tidak menyadari hal ini. Jauhkanlah langkah kaki kita dari jalan-jalan yang jahat.
           
Lakukanlah keempat hal ini dengan disiplin yang tinggi, maka kita akan menjadi murid Kristus yang baik.

T2
Mari kita membayangkan, bahwa kita sedang melakukandengan disiplin tinggi keempat hal di atas yang harus dijaga.
T3
Sudahkah kita hidup dengan disiplin? Sudahkah kita menjaga keempat hal ini? Bagikanlah berkat hari ini kepada mereka yang membutuhkan.

Ayat hafalan:  
Amsal 4:23 – “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Menjaga Hati, Mulut, Mata dan Perbuatan, Berarti Menjaga Hidup 

Jumat, 03 Agustus 2012

Stamina Rohani



Kolose 4:2-6

Apa anjuran Paulus kepada orang-orang Kristen (ayat 2-3)?

Pengajaran :
Sahabat, jika kita mencermati dengan seksama semua surat-surat dari Paulus, maka pada bagian akhir dari surat-suratnya, selalu ada nasihat-nasihat yang menekankan supaya jemaat selalu menjaga konsistensi kondisi kerohanian. Ini bertujuan supaya jemaat senantiasa memiliki kerohanian yang sehat.
           
Demikian juga dengan apa yang ditulisnya dalam Surat Kolose 4:3-6, yang berbunyi, “Berdoa jugalah untuk kami, supaya Allah membuka pintu untuk pemberitaan kami, sehingga kami dapat berbicara tentang rahasia Kristus, yang karenanya aku dipenjarakan. Dengan demikian aku dapat menyatakannya, sebagaimana seharusnya. Hiduplah dengan penuh hikmat terhadap orang-orang luar, pergunakanlah waktu yang ada. Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.”
           
Sahabat, apa yang dituliskan dalam ayat di atas merupakan kondisi rohani yang sehat, yang selalu diharapkan Paulus, terhadap jemaat-jemaat yang dikunjunginya. Hal ini sama seperti seorang atlet professional, yang harus selalu dalam kondisi sehat, bugar dan siap bertanding setiap saat. Untuk itu, harus menjaga staminanya. Banyak atlet yang kalah, karena kehabisan tenaga atau staminanya menurun tajam.
           
Sebagai tentara Allah, kita harus menjaga stamina kerohanian kita agar tidak kedodoran setelah pelayanan. Ketika kita sedang bertempur, hanya dengan memiliki stamina rohani yang baik, yang akan membuat kita dapat bertahan dan menang. Kita sedang dalam pertandingan iman, karena itu tidak boleh lengah sedikitpun. Seorang atlet bisa terjaga staminanya karena disiplin berlatih. Demikian juga tentara Allah, harus disiplin dalam doa, merenung dan melakukan firman Tuhan, serta selalu bersyukur dalam segala keadaan.

T2
Bayangkan bahwa kita adalah orang yang memiliki stamina kerohanian yang prima, sehingga selalu siap setiap saat, memenangkan pertarungan iman.
T3
Mari bangit kembali dan isilah stamina rohani kita dengan disiplin rohani yang baik sebagai murid Kristus. Bagikan berkat hari iini kepada mereka yang membutuhkan.

Ayat hafalan:  
Kolose 4:2 – “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur.”

Stamina Rohani yang Prima, akan Membuat Kita Selalu Menang

Kamis, 02 Agustus 2012

Kepekaan Illahi



Lukas 10:38-42

Bagaimana respon Yesus terhadap Maria dan Marta?

Pengajaran :
Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem, Yesus melewati Betania dan singgah di tempat tinggal Maria dan Marta. Marta adalah wanita yang suka melayani. Ia sangat bersukacita ketika Yesus singgah ke rumahnya. Jadi Marta sibuk menyiapkan makanan dan minuman untuk Yesus dan rombongan-Nya.
           
Sangat berbeda dengan Maria, Maria adalah orang yang memiliki tipe tenang. Dia lebih memilih untuk duduk, berbincang dan menemani Yesus di ruang tamu, dari pada membantu saudaranya di dapur. Itulah sebabnya, Maria duduk dekat kaki Yesus dan mendengarkan pembicaraan Yesus.
           
Melihat sikap saudaranya, tiba-tiba sukacita Marta hilang, karena Maria tidak membantunya. Sesungguhnya, yang membuat Marta kesal, karena dia tidak memiliki kepekaan Illahi. Yesus singgah di rumahnya, bukan hanya untuk rehat sejenak, tetapi tujuan utama-Nya adalah untuk membagikan sesuatu kepada mereka. Jika seandainya, mereka terus sibuk, kapan ada waktu bagi Yesus untuk membagikan maksud kedatangan-Nya?
           
Seorang murid harus memiliki kepekaan illahi akan rencana dan maksud Tuhan dalam hidupnya. Kepekaan illahi ini hanya dapat diperoleh, apabila memiliki persekutuan yang intim dengan Tuhan. Maria adalah contoh murid yang memiliki kepekaan Illahi, sehingga ia tahu apa yang harus dilakukannya, ketika Yesus singgah di rumahnya. Dia memilih yang terbaik.
           
Apakah Maria malas? Tidak. Dia adalah wanita yang meminyaki kaki Yesus dengan minyak Narwastu yang mahal harganya, sama dengan upah setahun pekerja harian ketika itu. Bagaimana Maria bisa memperoleh minyak mahal itu, jika tidak pernah bekerja keras? Maria bukan pribadi yang malas dan hanya bisa berdoa saja.

T2
Bayangkanlah bahea kita adalah orang yang memiliki kepekaan illahi dengan membina persekutuan yang intim dengan Tuhan.
T3
Sudahkah kita memilih tindakkan yang terbaik bagi hidup kita? Milikilah kepekaan illahi! Dapatkan berkat kebenaran hari ini dan bagikanlah kepada mereka yang membutuhkannya.

Ayat hafalan:  
Lukas 10:42 – “tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Kepekaan Illahi Membuat Kita Menangkap Rencana & Tujuan-Nya

Rabu, 01 Agustus 2012

Disiplin Memperkatakan Firman Tuhan



Amsal 18:21
Apa komitmen Anda setelah mengetahui kebenaran ini?

Pengajaran :
Sahabat, perkataan kita adalah seperti benih baik, yang ditaburkan. Jika kita memperkatakan hal-hal yang negatif, maka kita akan menghasilkan buah yang negatif juga. Demikian juga jika kita memperkatakan firman Tuhan, maka kita akan menuai buah sesuai firman yang kita ucapkan itu.
           
Mari kita introspeksi diri kita. Perkataan apa yang paling sering kita ucapkan setiap hari terhadap diri kita sendiri? Kepada pasangan dan anak-anak kita? Kepada pelayanan kita? Kepada pekerjaan atau bisnis kita? Apakah kita memperkatakan firman Tuhan terhadap semua hal itu? Atau…? Apa yang kita katakan ketika sedang menghadapi tekanan atau masalah berat?
           
Mari kita belajar dari raja Daud. Ia berkata, “Sekiranya Taurat-Mu tidak menjadi kegemaranku, maka aku telah binasa dalam sengsaraku. Untuk selama-lamanya, aku tidak melupakan titah-titah-Mu, sebab dengan itu Engkau menghidupkan aku.” (Mazmur 119:92-93).
           
Daud tidak melupakan firman Tuhan, ketika dia menghadapi masa-masa kesukaran. Bukan hanya itu, tetapi Daud juga sangat mencintai firman Tuhan. Dia berkata dalam Mazmur 119:97, “Betapa kucintai Taurat-Mu. Aku merenungkannya sepanjang hari.”
           
Bagaimana keadaan kita saat ini? Adakah kita senantiasa memperkatakan firman Tuhan lebih daripada hal-hal lainnya? Mari kita mendisiplinkan diri dalam memperkatakan firman Tuhan.  Alamilah berkat-Nya, jika kita telah melakukan penaburan benih firman, lewat perkataan kita. Lakukanlah itu terhadap diri kita sendiri, pasangan kita, anak-anak dan keluarga kita, serta seluruh aspek kehidupan kita.

T2
Bayangkan bahwa Anda adalah orang yang setia dalam memperkatakan firman Tuhan terhadap siapapun juga dan terhadap seluruh aspek kehidupan anda.
T3
Mulai sekarang, disiplinkan diri Anda memperkatakan firman Tuhan. Adakan sharing dan tanya jawab dengan PKS dan teman-teman kamit, mengenai firman Tuhan apa yang paling sering Anda perkatakan. Bagikan berkat kebenaran yang Anda peroleh hari ini kepada mereka yang membutuhkan.

Ayat hafalan:  
Amsal 18:21 – “Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya.”

Seorang Murid, Selalu Memperkatakan Firman-Nya, Terhadap Segala Aspek Kehidupannya