Rabu, 06 Februari 2013

Pengaruh Injil Bagi Orang Percaya

1 Tes 1:6-9  
Apakah anda percaya bahwa injil dapat mengubah setiap hidup orang percaya?

Injil dapat mengubah kehidupan setiap orang Kristen
Coba kita perhatikan perkataan Paulus ini “Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; . . . sehingga kamu telah  menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya” (1 Tes 1:6-7). Kalimat ini menunjukkan adanya perubahan luar biasa dalam kehidupan jemaat Tesalonika. Bukankah mereka ini dulunya penyembah berhala? Bukankah mereka hanya mendengarkan Injil tiga kali sabat berturut-turut? Namun Roh Kudus telah bekerja dalam hidup jemaat Tesalonika (1 Tes 1:6). Mereka berubah menjadi pelaku kebenaran.

Ingatlah bahwa Roh Kudus yang sama jugalah yang diterima umat Kristen sekarang ini. Jika jemaat Tesalonika bisa berubah dari pecinta dosa menjadi pecinta kebenaran dan firman Allah, orang Kristen juga bisa mengalami hal yang sama. Orang Kristen bisa memiliki semangat yang sama seperti dimiliki jemaat Tesalonika karena umat Kristen memiliki Tuhan yang sama. Roh Kudus yang sama juga akan mengubah hidup setiap orang Kristen yang percaya kepada Kristus. Dia tidak memandang latarbelakang manusia. Dia bisa mengubah hidup setiap orang.

Umat Tesalonika berubah menjadi teladan. Teladan dalam perbuatan dan teladan dalam menyelidiki firman Allah. Kesaksian hidup jemaat Tesalonika tersebar ke berbagai daerah. Paulus berkata, “Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya  di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah . . . Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhaal kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar” (1 Tes 1:8-9).

Jemaat Tesalonika dikenal sebagai jemaat yang bersaksi. Jemaat yang tidak malu akan imannya dan Kristus. Inilah tantangan bagi umat Kristen sekarang ini. Sejak anda percaya pada Kristus, sudah berapa banyakkah orang yang telah mengetahui bahwa anda sebagai orang Kristen?. Sudah berapa banya jiwa yang diselamatkan melalui injil yang diberitakan oleh anda. Apakah anggota keluarga anda sudah mengetahui bahwa anda sungguh-sungguh menjadi pengikut Kristus? Perhatikan perubahan hidup, iman dan kepercayaan jemaat Tesalonika, bukan hanya dikenal anggota keluarga mereka dan penduduk kota Tesalonika tetapi juga dikenal penduduk kota dan propinsi lain. Injil telah mengubah hidup jemaat Tesalonika dan Injil yang sama juga dapat mengubah hidup anda untuk menjadi umat Kristen yang patut diteladani oleh orang-orang disekitar anda.

T.2 Bayangkan  bahwa saudara adalah murid Kristus yang telah diubah oleh kuasa  injil.
T.3 Marilah kita  menyediakan waktu dan membuka diri bagi injil, karena kauasa injil dapat mengubah setiap kehidupan kita yang tidak layak dihadapan Tuhan menjadi lebih baik lagi. Bagikanlah berkat 3T hari ini kepada setiap mereka yang membutuhkan kebenaran firman Tuhan ini.

Ayat Hapalan: “Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; . . . sehingga kamu telah  menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya” (1 Tes 1:6-7). 
PERUBAHAN YANG BENAR ADALAH MENJADI TAAT PADA PEMIMPIN DAN TUHAN

Selasa, 05 Februari 2013

Pengaruh Injil Bagi Orang Percaya

1 Tesalonika 1:2-10, Roma 1:16; Kisah 17:2, 4,5, 10 
Apakah pengaruh Injil sudah nyata dalam hidup anda dan bagi orang yang belum percaya kepada Kristus?

Banyak orang menyebut dirinya sebagai orang Kristen, namun tidak didasarkan pada pengalaman pribadi bersama Kristus. Tetapi semata-mata karena dilahirkan dalam keluarga Kristen. Ia bertumbuh dalam keluarga yang menamakan diri sebagai keluarga Kristen. Ia juga mungkin hidup di lingkungan orang Kristen. Namun bisakah pengaruh lingkungan ini membuat seseorang menjadi orang Kristen sejati?

Dalam 1 Tesalonika 1:2-10 memberikan gambaran bagi kita bagaimana pengaruh Injil bagi kehidupan orang Kristen. Itu jugalah yang dijelaskan Alkitab bahwa Injil itu dapat mengubah hidup seseorang yang sungguh-sungguh percaya pada Kristus. Paulus meringkasnya demikian, “Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Roma 1:16). Pernyataan ini menunjukkan bahwa orang Kristen itu harus mengalami perubahan dalam hidupnya. Zakeus berubah karena ia percaya pada Yesus. Paulus berubah karena ia sungguh-sungguh percaya pada Yesus. Hanya Injillah yang dapat mengubah jemaat di Tesalonika, mengapa; Karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan umat manusia.

Sebelum Paulus datang ke Tesalonika, tidak seorangpun yang telah mengenal Kristus. Penduduk Tesalonika hidup dengan kebiasaan berbuat dosa dan penyembahan berhala. Kota Tesalonika di masa itu dikenal dengan kota penyembahan berhala yang dipenuhi dengan kuil-kuil berhala. Kota ini sama seperti kota Korintus yang dikelilingi dengan penyembahan berhala. Perubahan apa yang terjadi? Setibanya di Tesalonika, Paulus mengunakan kesempatan untuk memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi di sana. Paulus dengan gigih memberitakan injil kepada mereka. Kenapa Paulus harus melakukan hal itu? Karena ia mengetahui dengan pasti bahwa Injil memang kekuatan Allah untuk menyelamatkan setiap orang yang  berdosa. Injil tidak mamandang bulu, suku, bahasa dan bangsa. 

Allah sungguh berkenan dengan apa yang dilakukan Paulus di kota Tesalonika. Allah bekerja di Tesalonika. Dalam waktu tiga minggu (tiga sabat) Paulus ada di Tesalonika, sejumlah orang telah bertobat dan membentuk suatu jemaat baru (Kisah 17:2, 4). Mereka inilah yang menjadi penerima surat Paulus yang pertama kepada jemaat Tesalonika. Namun setelah tiga hari Sabat itu, sekelompok orang Yahudi merasa terancam (iri hati) dengan kehadiran Paulus (Kisah 17:5) dan membuat suatu keributan yang memaksa Paulus harus meninggalkan kota Tesalonika dan melanjutkan perjalanannya ke kota berikutnya, kota Berea (Kis 17:10). Namun sungguh luar biasa kuasa Injil bagi jemaat Tesalonika. Paulus melayani mereka hanya selama tiga minggu namun Allah memakai waktu yang singkat itu menjadi berkat yang luar biasa bagi penduduk Tesalonika.

T.2 Bayangkan  bahwa saudara adalah murid Kristus yang telah memiliki pengaruh injil yang sangat nyata bagi orang lain.

T.3 Marilah kita  tingkatkan pengaruh injil dalam hidup kita agar injil dapat berdampak bagi kehidupan orang lain, terlebih bagi mereka yang belum percaya kepada Kristus. Bagikanlah berkat 3T hari ini kepada setiap mereka yang membutuhkan kebenaran firman Tuhan ini.
Ayat Hapalan: “Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Roma 1:16)

INJIL ADALAH KEKUATAN ALLAH YANG DASYAT 
 

Senin, 04 Februari 2013

Tahun Perubahan

Yes 43:19
Apakah anda percaya bahwa tahun ini merupakan tahun perubahan yang luar biasa bagi anda?
 
Perubahan adalah satu hal yang paling sulit bagi setiap kita, apa lagi perubahan tersebut membuat hidup kita kurang nyaman. Biasanya perubahan yang terjadi dalam hidup kita sangat sulit untuk kita hadapi. Dan setiap perubahan yang kita hadapi tidak dapat kita elakkan baik itu perubahan yang cenderung merugikan kita maupun perubahan yang menguntungkan kita. 

Di sini kita melihat suatu fakta bahwa hanya satu alasan mengapa orang – orang tidak suka berubah karena mereka sudah merasa nyaman dengan kehidupan lama mereka. Mereka sudah terbiasa dengan teman – temannya, pekerjaan atau tempat mereka hidup. Ingat!  saat kita tidak ingin berubah, kita menjadi tertahan di dalam hidup kita dan berpegang pada apa yang Tuhan telah berikan di masa lalu daripada terus bertumbuh dan bergerak maju menuju apa yang Tuhan ingin lakukan dalam hidup kita dan  masa depan kita.
 

Firman Tuhan yang kita baca hari ini, mengajak kita untuk memberi semangat dan membuka diri kepada hal – hal yang baru yang Tuhan telah sediakan bagi anda. Ingatlah selalu bahwa hanya karena Tuhan telah memberkatimu itu tidak berarti anda hanya dapat duduk dan menetap disitu. Tuhan ingin melakukan sesuatu yang baru di dalam dirimu dan melalui kamu. Dia ingin melihat tahun ini (2013) anda lebih bertumbuh, makmur dan hidup dalam berkelimpahan, karena hidup dalam lingkaran kasih karunia sangat menyenangkan hati. Bersiaplah dan bukalah hatimu dan berfokuslah kepada Kristus. Rangkullah perubahan dan lihatlah berkat Tuhan yang telah disediakan untuk anda!.
 

Aku dengan rendah hati datang kepadaMu dan berterima kasih kepadaMu untuk semua yang telah Engkau lakukan di dalam hidupku dan semua hal yang Engkau akan lakukan pada masa depanku. Aku menyerahkan diri kepadaMu dan memilih untuk merangkul perubahan karena mengetahui bahwa Engkau memiliki hal – hal yang baik yang di simpan di dalam nama Yesus.  

T2. Bayangkan  bahwa tahun ini anda pasti mengalami perubahan yang luar biasa baik dibidang kerohanian maupun dibidang jasmani dengan berkat yang tak terbatas.

T3. Marilah dengan rendah hati kita datang kepada Tuhan dan ungkapkan rasa terima kasih kepada Tuhan untuk semua yang telah Tuhan lakukan di dalam hidup kita dan semua hal yang Tuhan akan lakukan pada masa depan kita. Seterusnya kita menyerahkan diri kepada Tuhan dan memilih untuk menikmati setiap perubahan yang baik yang telah di simpan di dalam nama Tuhan Yesus Kristus untuk kita.Bagikanlah berkat 3T hari ini kepada setiap mereka yang membutuhkan kebenaran firman Tuhan ini.

Ayat Hapalan: Yakobus  1:17 Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.
 
NIKMATILAH PERUBAHAN YANG DASYAT DAN SEMPURNA BERSAMA DENGAN ROH KUDUS

Minggu, 03 Februari 2013

Berekh




2 Korintus 8:1-3; Keluaran 17:9; Bilangan 14:-8
T1
Menurut Anda, apa itu “berekh”?

Pengajaran :
Sahabat, dalam beberapakali pengajaran dan kotbah gembala, kita mendengar istilah “berekh”. Saya merasa perlu menjelaskan lebih rinci istilah ini, agar jemaat semakin mengerti akan “Berekh”. 

Sebagaimana renungan MS beberapa hari lalu, “Berekh” telah kita bahas sepintas. Ini adalah sebuah istilah dalam bahasa Ibrani, yang menjelasakan tentang sebuah komitmen kesepakatan perjanjian yang melibatkan Allah. Seperti yang kita ketahui bahwa “berekh” merupakan salah satu pilar penting untuk mengalami kasih karunia Allah.
             
Dalam Keluaran 17:9, kita melihat bagaimana Musa adalah seorang pemimpin yang berkasih karunia dan Yosua adalah pemimpin yang menerima impartasi kepemimpinan kasih karunia. Mengapa mereka bisa mengalami kasih karunia? Karena mereka terikat satu sama lain dalam komitmen ikatan kesepakatan (berekh). Kasih karunia ini pun terus diimpartasikan kepada Kaleb bin Yefune (Bilangan 14:6-8). Hal yang sama juga diperlihatkan oleh jemaat Tuhan di Korintus. Mereka telah hidup dalam kasih karunia Tuhan, sehingga kasih karunia itu memampukan mereka melakukan hal-hal yang tidak mungkin mereka lakukan.
            
Anda merindukan kassih karunia Allah dinyatakan dalam hidup Anda? Tidak bisa tidak! Kita harus “berekh”, yaitu komitmen dalam sebuah kesepakatan fathering (pembapaan) dan mentoring di gereja Tuhan. Tanpa hal ini, maka sangat mustahil kasih karunia Tuhan, dinyatakan dalam kehidupan kita. Sudahkah Anda melakukan “berekh”?

T2
Mari kita membayangkan, bahwa kita adalah orang yang telah hidup dalam komitmen kesepakatan dalam sebuah perjanjian hidup berjemaat di sebuah gereja Tuhan.
T3
Sahabat, pastikan bahwa Anda sudah mengalami “berekh” ini, sehingga kasih karunia Allah, diimpartasikan dalam kehidupan Anda.  Bagikan berkat 3T hari ini, kepada setiap orang yang membutuhkan.

Ayat hafalan:  
Yesaya 43:18-19 – “Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya? Ya, Aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara.”
  
Tahun Baru, Pengalaman Baru

Sabtu, 02 Februari 2013

Percepatan Menuju Panggilan Allah




Roma 1:5-6; Ulangan 8:18
T1
Bagaimanakan caranya kita bisa cepat menanggapi panggilan Allah?

Pengajaran :
Sahabat, pada MS minggu lalu, topik ini sudah pernah kita bahas. Tetapi mengingat pentingnya hal ini, Roh Tuhan meminta saya untuk menulis ulang kembali topik ini. Dalam kitab Roma 1:5-6 menjelaskan bahwa para rasul telah menerima kasih karunia dan menanggapi panggilan Tuhan sebagai rasul, supaya bisa menuntun semua bangsa, termasuk kita, untuk percaya dan taat kepada nama-Nya. Selain termasuk orang yang dibina untuk percaya dan taat, ayat 6 menegaskan bahwa kita juga termasuk mereka yang dipanggil menjadi milik Kristus, yaitu menjalani panggilan hidup kita bagi kemuliaan-Nya.
            
Untuk menerima panggilan-Nya dan supaya semakin cepat kita menanggapi panggilan itu, sebagaimana para rasul, kita membutuhkan kasih karunia Tuhan. Apapun panggilan kita,sebagai pria atau wanita, sebagai suami atau istri, sebagai pelayan fulltimer gereja atau pengusaha, kita membutuhkan kasih karunia Tuhan untuk memenuhi panggilan itu.
            
Ulangan 8:18 berkata, “Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.” Apa yang dimaksud dengan “kekuatan”, itulah kasih karunia Tuhan kepada kita, untuk memperoleh kekayaan dan meneguhkan perjanjian-Nya dengan kita, yaitu memenuhi panggilan-Nya.
            
Apapun yang kita alami, semua karena kasih karunia. Kasih karunia adalah percepatan menuju panggilan Tuhan. Untuk itu kita harus melakukan beberapa hal ini, yaitu 1. Temukan panggilan kita dalam pelayanan, ataupun pekerjaan kita. 2. Berjalanlah bersama kasih karunia, yang bekerja sesuai buah-buah roh.

T2
Bayangkan, bahwa kita adalah orang yang telah menerima kasih karunia-Nya, menemukan panggilan hidup kita dan siap untuk menjalaninya bersama Tuhan.

T3
Mari terima kasih karunia-Nya dan penuhi pangggilan hidup kita. Setelah itu, kita berjalan dengan kasih karunia-Nya. Bagikan berkat 3T hari ini di kamit dan juga kepada setiap orang yang membutuhkan.

Ayat hafalan:  
Roma 1:5-6 – “Dengan perantaraan-Nya kami menerima kasih karunia dan jabatan rasul untuk menuntun semua bangsa, supaya mereka percaya dan taat kepada nama-Nya.Kamu juga termasuk di antara mereka, kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus.”

Kasih karunia adalah percepatan menuju panggilan Tuhan

Jumat, 01 Februari 2013

Pilar Kasih Karunia 4




Hakim 6:1; 7:9-12
T1
Menurut Anda, apa pilar kasih karunia keempat?

Pengajaran :
Dalam MS hari ini, kita membahas tentang pilar kasih karunia yang keempat. Sebenarnya pilar keempat ini sudah sering dibahas di kotbah-kotbah gembala dan juga di buku The Last Call dan Hidup dalam Kasih Karunia, tulisan gembala kita dan di Psalm 21 Magazine. Pilar kasih karunia keempat, ialah SMART, singkatan dari : Saya Mengikuti Arahan Roh Tuhan. 

Hakim-hakim 7:9-11 berkata, “Pada malam itu berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Bangunlah, turunlah menyerbu perkemahan itu, sebab telah Kuserahkan itu ke dalam tanganmu. Tetapi jika engkau takut untuk turun menyerbu, turunlah bersama dengan Pura, bujangmu, ke perkemahan itu; maka kaudengarlah apa yang mereka katakan; kemudian engkau akan mendapat keberanian untuk turun menyerbu perkemahan itu.' Lalu turunlah ia bersama dengan Pura, bujangnya itu, sampai kepada penjagaan terdepan laskar di perkemahan itu.”
            
Firman Tuhan telah jelas memberikan perintah kepada Gideon untuk segera menyerbu ke perkemahan musuh. Tetapi Firman ini juga memberikan solusi, jika seandainya Gideon belum yakin untuk menyerang, dia boleh turun menyelidiki ke perkemahan musuh bersama Pura, bujangnya. Ketika Gideon yang SMART itu, turun dengan bujangnya ke perkemahan itu, mereka menemukan semua tentara musuh sudah bergelimpangan, dikalahkan oleh Tuhan sendiri. Sungguh luar biasa (ayat12).
             
Akhirnya bangsa Israel dipimpin oleh Gideon, turun dan menjarah seluruh perkemahan musuh, tanpa lagi perlu susah payah berperang melawan musuh. Tuhan sudah mengalahkan musuh mereka terlebih dahulu. Bagi mereka yang SMART, maka Tuhan akan turut bekerja untuk mendatangkan kebaikkan baginya. Itulah kasih karunia Tuhan yang sungguh dahsyat!

T2
Bayangkan bahwa Anda adalah orang yang mengikuti arahan Roh Tuhan dalam segala hal, sehingga Tuhan turut bekerja alam segala hal untuk mendatangkan kebaikkan bagi kita.

T3
Sahabat, mari kita mulai melakukan SMART, Saya Mengikuti Arahan Roh Tuhan, sehinga kita hidup dalam kasih karunia-Nya.  Bagikan berkat yang  Anda peroleh dari renungan ini, kepada setiap orang yang membutuhkan.

Ayat hafalan:  
Hakim 7:9 – Pada malam itu berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Bangunlah, turunlah menyerbu perkemahan itu, sebab telah Kuserahkan itu ke dalam tanganmu.”

Mengikuti Arahan Roh Tuhan Menjadikan Kita Smart Sesungguhnya