Senin, 27 Agustus 2012

Ibadah



1 Samuel 7:1-14
Apakah anda sudah beribadah sungguh-sungguh dihadapan Tuhan?

Bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan. Itulah sebabnya mereka beroleh kasih dan kemurahan Tuhan secara luar biasa. Sejak semula Tuhan berlaku sangat baik kepada umatNya itu, "Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati." (Yesaya 40:11). Dari hari ke hari umat Israel mengalami berkat-berkat Tuhan: perlindungan, pemeliharaan dan pembelaan-Nya yang begitu nyata atas mereka. Namun mereka masih saja tegar tengkuk, bahkan sering meninggalkan Tuhan dan berbalik kepada penyembahan berhala. 

Tatkala Samuel menjadi nabi Tuhan ia menemukan banyak sekali kejahatan yang dilakukan oleh umat Israel.  Mereka meninggalkan Tuhan dan menyembah kepada berhala, yaitu Baal dan Asytoret. Akibat dari kesalahannya sendiri mereka harus menanggung akibatnya: bangsa Filistin menyerang mereka secara bertubi-tubi sehingga mereka pun terus mengeluh kepada Tuhan. Selain itu, kedua anak imam Eli juga telah mencemari Bait Allah. Jadi bisa dikatakan bahwa bangsa Israel sedang berada dalam masa-masa yang gelap. Melihat kondisi ini nabi Samuel menegur mereka dengan keras agar segera bertobat, berbalik kepada Tuhan dan menjauhkan para allah asing dari antara mereka supaya Ia melepaskan mereka dari tangan orang Filistin. Sebagai seorang nabi pilihan Tuhan Samuel tahu bagaimana harus beribadah kepada Tuhan. Karena itu Samuel segera mengumpulkan segenap umat Israel dan menyerukan agar mereka segera meninggalkan berhala dan beribadah dengan sungguh hanya kepada Tuhan saja.

Banyak orang Kristen yang mungkin berkata, "Aku sudah beribadah kepada Tuhan dengan sungguh dan terlibat dalam pelayanan." Apakah ini jaminan bahwa ibadah kita dikenan Tuhan?  Tanpa disadari kita melakukannya dengan sikap yang asal-asalan dan setengah hati; ibadah kita penuh dengan kepura-puraan; bahkan mungkin ada yang masih hidup dalam dosa.

T.2 Bayangkan  bahwa saudara adalah orang yang selalu sungguh-sungguh dalam melasaksanakan ibadah.

T.3 Marilah kita melatih diri kita dengan malakukan ibadah yang benar dan berkenan kepada Allah.  Bagikanlah berkat 3T hari ini kepada mereka yang membutuhkan kebenaran firman Tuhan ini.

Ayat Hafalan  : "Jika kamu berbalik kepada Tuhan dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tunjukan hatimu kepada Tuhan dan beribadahlah hanya kepada-Nya;"  1 Samuel 7:3a
ALLAH MERINDUKAN AGAR KITA SELALU BERIBADAH KEPADANYA

Minggu, 26 Agustus 2012

Jawaban Doa


Apakah anda tahu apa yang menjadi kunci utama dalam jawaban doa?

Berapa kali Saudara berdoa dalam sehari? "Kadang-kadang sih, kalau sempat.  Jalan macet, cape, lelah, bete, campur aduk jadi satu. Tapi saya sempatkan berdoa sebentar sebelum tidur." Alasan-alasan seperti ini sepertinya sudah menjadi hal yang biasa.

Banyak orang Kristen yang malas atau jarang berdoa dengan alasan capai atau sibuk. Sebaliknya, kalau kita sedang dalam masalah yang berat? Menderita sakit? Usaha seret? Tanpa harus dikomando kita berdoa all out, siang dan malam terus berseru-seru kepada Tuhan. Perhatikan Daniel, "Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalam; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya." (Daniel 6:11b). Secara konsisten Daniel berdoa 3 kali sehari termasuk ketika dia berada dalam ancaman. Doa adalah hal terpenting di dalam hidup kekristenan kita. Karena itu kita harus berdoa senantiasa, tidak tergantung pada waktu, tidak dibatasi oleh tempat, di mana saja dan kapan saja. Doa adalah sarana untuk kita bertemu dengan Tuhan, berkomunikasi dengan Dia, serta mencurahkan seluruh pengharapan kita kepadanya. Dan kita berharap Tuhan berkenan menjawab setiap permohonan doa kita.  Persoalannya, tidak sedikit orang percaya yang menjadi bimbang ketika doa mereka belum dijawab oleh Tuhan. Apa kendalanya? Iman. Kita harus berdoa dengan iman. Sebelum melihat bukti kita harus sudah percaya bahwa Tuhan pasti menjawab doa kita. Itulah iman! ( Yakobus 1:6-7).
           
Banyak dari kita yang berdoa dengan tidak sungguh-sungguh, hanya asal-asalan atau rutinitas belaka. Berdoa dengan hati hancur, itulah yang berkenan bagi Tuhan. Ini membuktikan kesungguhan hati kita. Ada tertulis: "Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah."  (Mazmur 51:19). Ketika doa kita belum dijawab Tuhan, jangan putus asa, apalagi berhenti berdoa. Justru kita harus berdoa dengan tidak berkeputusan dan tidak jemu-jemu (Lukas 18:1). Dan kunci utama agar doa kita beroleh jawaban dari Tuhan adalah kita harus hidup dalam kebenarannya, karena doa orang benar itu besar kuasanya.

T.2 Bayangkan  bahwa saudara adalah orang yang berdoa dengan iman dan hidup dalam kebenaran karena hal tersebut merupakan kunci jawaban dalam doa kita.

T.3 Marilah kita penuhi hidup kita dengan kebenaran firman Tuhan.  Bagikanlah berkat 3T hari ini kepada mereka yang membutuhkan kebenaran firman Tuhan ini.

Ayat Hapalan  : "Tuhan itu jauh dari pada orang fasik, tetapi doa orang benar didengar-Nya."  Amsal 15:29

KUNCI JAWABAN DOA ADALAH HIDUP DALAM KEBENARAN

Sabtu, 25 Agustus 2012

Suka Mendengar



Apakah anda sudah termasuk orang yang suka mendengar?

Bukanlah tanpa tujuan jika Tuhan menciptakan 2 telinga dan 1 mulut bagi manusia; tujuannya adalah supaya kita lebih banyak mendengar daripada berkata-kata, sebab "Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi." (Amsal 10:19). Maka dari itu firman Tuhan menasihatkan,  "setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata,..." (Yakobus 1:19).  Tuhan menghendaki kita banyak mendengar, terutama dalam hal mendengarkan firman, sebab "...iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus." (Roma 10:17). Banyak orang yang maunya hanya didengar oleh orang lain sementara dirinya sendiri tidak mau mendengar orang lain.
           
Ketahuilah, salah satu penyebab kegagalan bangsa Israel adalah karena mereka tidak mau mendengarkan firman Tuhan dengan baik. "...engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar." Karenanya Tuhan menyebut mereka sebagai bangsa yang tegar tengkuk. Banyak orang Kristen yang kurang memperhatikan dengan sungguh-sungguh ketika mereka sedang mendengarkan firman Tuhan.  Secara fisik mereka berada di dalam gereja, tapi telinga tidak sepenuhnya diarahkan pada firman. Sementara pengkotbah menyampaikan firman Tuhan, ada yang justru tertidur pulas, atau memikirkan hal-hal lain di luar ibadah dan firman Tuhan. Tetapi terhadap berita-berita yang negatif, gosip tentang kejelekan orang lain dan sebagainya, ia memasang telinga lebar-lebar. Semakin kita banyak mendengar berita-berita dari dunia ini semakin kehidupan kita terbentuk sama seperti orang-orang dunia. Itulah sebabnya mengapa banyak orang Kristen yang tidak bertumbuh imannya, masih mengenakan manusia lama, padahal Alkitab dengan jelas menyatakan bahwa "...siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2 Korintus 5:17).
           
Apabila kita dengan sungguh-sungguh mendengarkan firman Tuhan dan menerima firman itu di dalam hati kita, iman kita akan bangkit, aktif dan berfungsi dengan benar, sebab "...tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah." (Ibrani 11:6a).

T.2 Bayangkan  bahwa saudara adalah orang yang suka  dilatih untuk mendengar firman Tuhan.

T.3 Marilah kita setiap hari dan waktu untuk selalu melatih telingga kita agar peka terhadap suara Tuhan bukan suara-suara yang berasal dari dunia ini.  Bagikanlah berkat 3T hari ini kepada mereka yang membutuhkan kebenaran firman Tuhan ini.

Ayat Hafalan  : "Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar."  Yesaya 42:20

PENUHILAH PENDENGARAN ANDA DENGAN FIRMAN TUHAN

Jumat, 24 Agustus 2012

Hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia


Apakah anda sudah berpartisifasi mengisi kemerdekaan bangsa yang kita cintai ini?

Setiap tanggal 17 Agustus seluruh rakyat Indonesia bersukacita merayakan hari kemerdekaan (Ke-67). Gegap gempita bergema dipelosok negeri. Beragam kegiatan digelar, mulai dari upacara bendera, berkumandangnya lagu Indonesia Raya, pembacaan naskah proklamasi, tabur bunga di makam pahlawan, hingga diadakannya berbagai jenis perlombaan tradisional:  karnaval, makan kerupuk, panjat pinang, lomba kelereng, balap karung, bola kasti dan lain-lain. Kita patut merayakan kemerdekaan ini sebagai perwujudan rasa syukur kita kepada Tuhan, karena dengan pertolongan-Nya bangsa kita meraih kemerdekaan dan terbebas dari belenggu penjajahan bangsa lain.  Rasa terima kasih tak terhingga juga patut kita haturkan kepada para pahlawan bangsa, di mana mereka rela mengorbankan jiwa dan raganya demi membela bangsa dan negara. Ini merupakan hasil dari sebuah perjuangan terus menerus yang tidak kenal lelah dari para pejuang kita melawan para penjajah di negeri ini.
           
Dan kini sebagai generasi penerus bangsa, tugas kita adalah mengisi kemerdekaan itu dengan prestasi.  Tapi sayang, kini kemerdekaan RI ternodai oleh ulah para anak bangsa sendiri yang tidak menghargai perjuangan para pahlawan bangsa. Mereka justru "...mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa,...". Para pejuang dahulu berharap bahwa dengan kemerdekaan, bangsa Indonesia memiliki kesempatan besar untuk membangun bangsa demi kesejahteraan seluruh rakyat. Namun tak bisa dipungkiri bahwa sampai saat ini pembangunan yang ada belum juga mampu mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia. Masih banyak rakyat yang hidup di bawah garis kemiskinan. Begitu juga dalam hal pendidikan,dan  daerah-daerah terpencil masih banyak terabaikan. Tentu saja masih banyak juga pemimpin bangsa yang selalu berjuang untuk kemajuan bangsa kita yang kita cintai ini.
           
Bersyukur, bangsa Indonesia masih bisa berbangga oleh kiprah para atlit yang berprestasi di berbagai cabang olahraga, para pelajar yang sukses menjuarai olympiade science.  Di tengah keterpurukan negeri ini mereka masih menunjukkan prestasi dan membawa harum nama bangsa di mata dunia!

T.2 Bayangkan  bahwa saudara adalah orang yang sudah melibatkan diri anda untuk mengisi kemerdekaan bangsa Indonesia dengan mengorbankan apa yang anda miliki demi kemajuan bangsa kita ini.

T.3 Marilah kita berperan aktif dalam membangun bangsa yang kita cintai ini, baik dari berbagai segi dan aspek kehidupan, terlebih dibidang kehidupan rohani dan jasmani yang sehat.  Bagikanlah berkat 3T hari ini kepada mereka yang membutuhkan kebenaran firman Tuhan ini.
Ayat Hapalan  : "Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa,..."  Galatia 5:13b

KEMERDEKAAN ADALAH HAK SETIAP ORANG