Selasa, 19 Februari 2013

Benih Masa Depan-Sisi 1


Ibrani 11:2
Apa sisi 1 dari benih masa depan?

Pengajaran :
Sahabat, dalam MS kemarin, kita sudah belajar bahwa Tuhan memberikan masa depan yang cerah bagi orang percaya. Untuk mengalami masa depan yang cerah, maka “benih” masa depan cerah itu, harus sudah ditanam sejak dini. Benih itu haruslah benih yang memiliki kualitas terbaik dan ditanam melalui proses kehidupan, sebagai mana yang dialami Yusuf. Benih masa depan memiliki 4 sisi yang bersinergi. Hari ini kita belajar sisi 1. 

Sisi 1 adalah miiliki iman kerajaan kekal. Sekalipun pada akhirnya Yusuf diangkat menjadi perdana menteri Mesir, namun sebenarnya Yusuf tidak memiliki iman hanya sampai menjadi perdana menteri saja. Yusuf memiliki iman kerajaan kekal. Yusuf tahu bahwa bagi anak-anak Kerajaan, tempatnya bukan di Mesir. Mesir adalah gambaran duniawi. Tempat sesungguhnya bagi anak Kerajaan adalah di Tanah Perjanjian. Tana

Perjanjian merupakan gambaran dari Kerajaan Allah.
Itulah sebabnya, sebelum meninggal, Yusuf berpesan agar tulang-tulangnya ikut dipindahkan, ketika bangsa Israel sudah menduduki Tanah Perjanjian, sebagaimana yang dikatakan dalam Keluaran  13:19, “Musa membawa tulang-tulang Yusuf, sebab tadinya Yusuf telah menyuruh anak-anak Israel bersumpah dengan sungguh-sungguh: ‘Allah tentu akan mengindahkan kamu, maka kamu harus membawa tulang-tulangku dari sini.’" 

Untuk memperoleh masa depan yang cerah, kita juga harus memiliki iman seperti Yusuf, yaitu iman Kerajaan Kekal, iman yang menyatakan bahwa kita harus masuk dan tinggal dalam Kerajaan-Nya. Bahkan saat ini pun, kita sudah mengalami suasana Kerajaan Allah di Bumi, sebagaimana doa Tuhan Yesus dalam Matius 6:10, “Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.”

T2. Bayangkan bahwa Anda adalah orang yang sudah masuk dan tinggal dalam Kerajaan-Nya yang kekal, sekalipun masih hidup di dunia.
T3. Mari miliki iman Kerajaan Kekal, yang akan menghantar kita memiliki masa depan yang cerah. Bagikan berkat kebenaran yang Anda peroleh hari ini kepada mereka yang membutuhkan, khususnya kawan-kawan di kamit.

Ayat hafalan:  
Keluaran 13:19 - “Musa membawa tulang-tulang Yusuf, sebab tadinya Yusuf telah menyuruh anak-anak Israel bersumpah dengan sungguh-sungguh: ‘Allah tentu akan mengindahkan kamu, maka kamu harus membawa tulang-tulangku dari sini.’"

Miliki Iman Kerajaan Kekal!

Senin, 18 Februari 2013

Benih Masa Depan


Kejadian 41
Menurut Anda, apakah yang dimaksud dengan benih masa depan?

Pengajaran :
Sahabat, setiap orang merindukan akan masa depan yang cerah. Tuhan sendiri udah menjanjikan kepada orang-orang percaya, bahwa Dia memberikan masa depan yang cerah. Dalam Yeremia  29:11, Tuhan berkata, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” 

Pertanyaannya, bagaimana kita bisa meraih masa depan yang cera sebagaimana yang telah Tuhan janjikan itu? Tuhan memang sudah menjanjikan, tetapi manusia harus tetap berusaha untuk mencapainya. Jika usaha yang dilakukan manusia sesuia dengan rencana-Nya, maka Tuhan pasti menyertai sehingga masa depan yang cerah itu tercapai.

Usaha manusia untuk mencapai masa depan yang cerah, seperti menanam sebuah benih. Benih harus ditanam dan dirawat, baru kemudian akan bertumbuh. Dengan kata lain, usaha ini perlu proses (tidak instan), seperti proses waktu, tenaga, uang, pengorbanan, dll. Inilah yang disebut Benih Masa Depan. Jika kita menginginkan hasil yang baik dan maksimal,kita harus memilih benih terbaik, atau benih unggulan. Benih terbaik ini, harus segera ditanam dan dirawat pertumbuhannya dengan perhatian ekstra

Salah satu contoh manusia yang mengalami proses penanaman benih masa depan adalah Yusuf. Benih Yusuf adalah benih terbaik dari Tuhan, yang diberikan-Nya melalui mimpi tentang masa depannya. Jika kita membaca kisah Yusuf, maka semua yang dialaminya merupakan proses bertumbuhnya benih “perdana menteri” yang sudah ditanam Yusuf. Upaya kita mengalami masa depan yang baik, maka mulai MS besok, kita akan belajar tentang 4 sisi yang bersinergi dari benih masa depan.

T2. Bayangkanlah bahwa Anda adalah seperti Yususf, memiliki benih masa depan terbaik dan Anda siap ditanamkan Tuhan, sehingga benih itu mulai bertumbuh.

T3. Sudahkah Anda mengalami kebenaran ini dalam hidup Anda? Sudahkah kita menanam benih masa depan unggulan, supaya mendapatkan masa depan yang cerah? Dapatkan berkat kebenaran hari ini dan bagikanlah kepada mereka yang membutuhkannya.

Ayat hafalan:  
Yeremia  29:11 – “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”

Minggu, 10 Februari 2013

Prinsip-Prinsip Kerja Dalam Perjanjian Lama (02)

Kel 34:21, Amsal 6:6, 30:25  
Apakah anda sudah tahu bahwa prinsip kerja dalam Perjanjian Lama mengajarkan agar setiap orang harus bekerja ?

(2)  Setiap Orang Harus bekerja
Seperti yang telah disampaikan diatas, tiap-tiap orang harus memperlengkapi diri untuk menjadi seorang pekerja yang handal. Bekerja itu berarti kemuliaan dan kebahagiaan tetapi sebaliknya, jika seseorang tidak mau bekerja, itu akan menjadi malapetaka yang diliputi dengan perasaan malu karena orang yang tidak mau bekerja berarti orang tersebut tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya dan keluarganya.

Dalam Kel 34:21 terkandung prinsip penting yang diberikan Tuhan kepada umatNya. Prinsip tersebut adalah, “Jika manusia itu bekerja keras dan memliki rasa cinta, hormat dan taat kepada Tuhan, maka pekerjaan yang dilakukannya selama enam hari tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.” Tuhan tidak asal menetapkan suatu peraturan tetapi Ia tahu bahwa apa yang Ia katakan itu pasti dan benar. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi kita yang mencintai dan mengasihi Tuhan untuk berkata bahwa hasil bekerja selama enam hari yang ditetapkan Tuhan tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup kita. 

Namun sebaliknya jika kita tidak mengasihi Tuhan, bekerja keras setiap hari tanpa istirahat pun akan tetap dirasakan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan kita. Hidup kita terasa  makin susah, dan samakin ia bekerja semakin ia rasakan bahwa apa yang ia dapatkan tetap tidak cukup, karena Tuhan tidak pernah memberkati pekerjaan dan usahanya.
Yang selalu ditekan pada ayat diatas, biasanya pada poin istirahat satu hari dalam seminggu. Tetapi perhatikan bahwa ayat ini mengatakan, “Enam hari lamanya engkau bekerja.” Itu adalah perintah, bukan pilihan. Kemalasan dikutuk. Setiap orang memberikan sumbangannya dalam mendukung keluarganya. Oleh karena itu pergunakan waktu yang ada dengan baik sehingga pada hari kudus Tuhan, sebagai orang percaya bisa memuliakan Tuhan di rumah Tuhan.

Dalam Amsal 6:6, 30:25 ,Allah memerintahkan untuk mengamati semut dan belajar darinya. Semut bekerja keras untuk mengumpulkan makanan agar dapat hidup pada setiap musim. Ingatlah bahwa kerja di masa kini mencakup segala sesuatu yang dilakukan untuk melangsungkan kehidupan keluarga, bukan sekadar kerja dalam suatu usaha (bersambung).

T.2 Bayangkan  bahwa saudara adalah murid Kristus yang selalu mau bekerja keras.

T.3 Marilah kita  terus bekerja dengan giat sampai hidup kita bisa diberkati Tuhan dan dapat menjadi berkat bagi orang lain. Bagikanlah berkat 3T hari ini kepada setiap mereka yang membutuhkan kebenaran firman Tuhan ini.

Ayat Hapalan: Efesus  4:28 Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

KEMALASAN MENDADANGKAN DOSA, KERAJINAN MENGHASILKAN BERKAT BAGI DIRINYA DAN ORANG LAIN

Sabtu, 09 Februari 2013

Prinsip-Prinsip Kerja Dalam Perjanjian Lama (01)

Kej 1:26 ,28, 2:15; 3:17-19  
Apakah anda sudah mengetahui prinsip kerja merupakan bagian yang utuh dalam kitab Perjanjian Lama?

1. Bekerja Merupakan Bagian yang Utuh dari Kehidupan.
Bagi orang Yahudi, bekerja adalah kewajiban kepada Tuhan. Ketaatan mereka pada hukum ke-empat dari 10 Hukum Allah menjelaskan bahwa mereka harus bekerja selama enam hari untuk mencukupi kebutuhan mereka dan pada hari yang ketujuh harus beristirahat dari segala kesibuhan mereka (kel 20:8-11). Kehidupan orang-orang dalam Perjanjian Lama tidak terlepas dari tuntutan untuk  bekerja selama enam hari tersebut.

Untuk mencapai suatu tujuan yang sukses, setiap  Yahudi sejak anak-anak dituntut untuk belajar melakukan pekerjaan manual. Dalam catatan buku yang ditulis oleh William Barclay memberitahukan demikian: “Bagi seorang Yahudi kerja amatlah penting -  kerja merupakan intisari kehidupan. Orang-orang Yahudi mengenal ungkapan “orang tua yang tidak mengajar anak lelakinya berusaha, berarti orang tua tersebut mengajar anaknya mencuri.” Seorang rabi Yahudi sama kedudukannya dengan seorang dosen atau profesor di perguruan tinggi, tetapi menurut hukum Yahudi ia tidak boleh menerima satu sen pun dari tugas mengajarnya; ia harus menguasai suatu bidang usaha yang dilakukannya dengan tangannya dan dengan demikian ia dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Karena  itu ada rabi Yahudi yang menjadi tukang jahit, tukang sepatu, tukang cukur, atau tukang roti dan bahkan pula menjadi aktor. Bekerja bagi seorang rabi Yahudi adalah kehidupan.”

Sangat jelas kejatuhan mansia ke dalam dosa mengubah tingkat kesukaran kerja tetapi nilainya tetap sama. Adam dan Hawa pasti merasakan hal itu. Jika sebelum kejatuhan mereka ke dalam dosa, pekerjaan mereka tidak sesulit setelah kejatuhan mereka. Jika memperhatikan kehidupan orang-orang dalam Perjanjian Lama, baik nabi, pemimpin, laki-laki dan perempuan, termasuk para janda sekalipun, mereka merupakan manusia yang bekerja karena itu adalah bagian dari kehidupan mereka.

T.2 Bayangkan  bahwa saudara adalah murid Kristus yang tahu tentang prinsip-prinsip kerja dalam kitab Perjanjian Lama.

T.3 Marilah kita  sejak dini (anak-anak) mengatur dengan bijak pekerjaan kita, karena prinsip-prinsip kerja yang utuh sudah diajarkan sejak dalam kitab Perjanjian Lama. Bagikanlah berkat 3T hari ini kepada setiap mereka yang membutuhkan kebenaran firman Tuhan ini.

Ayat Hapalan: Amsal  31:13 Ia mencari bulu domba dan rami, dan senang bekerja dengan tangannya
PAKAILAH TANGAN ANDA UNTUK MENGERJAKAN APA YANG DAPAT DIKERJAKAN

Jumat, 08 Februari 2013

Prinsip Keseimbangan Dalam Pekerjaan, Keluarga dan Pelayanan

Kej 1:26 ,28, 2:15; 3:17-19  
Apakah anda sudah mengetahui prinsip keseimbangan dalam pekerjaan, keluarga dan pelayanan?

Banyak orang beranggapan bahwa bekerja merupakan kutuk dan bukan berkat. Anggapan ini timbul akibat pengertian yang keliru dari catatan kejatuhan manusia pertama ke dalam dosa dimana Allah menghukum Adam dan Hawa karena ketidaktaatan mereka kepada Tuhan. Untuk mendahului pembahasan ini ada baiknya kita membaca  beberapa ayat firman Allah ini [Kej1:26 ,28, 2:15; 3:17-19]

Bagian firman Allah yang kita baca ini menjelaskan tentang perintah Allah untuk bekerja. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah bekerja itu merupakan kutuk atau akibat ketidaktaatan Adam dan Hawa kepada Allah di Taman Eden? Mengacu pada Kejadian 3:17-19 seakan memberikan petunjuk kearah itu karena adanya perkataan ini, terkutuklah…  Tidak bisa disangkal apa yang dicatat di sini merupakan hukuman atau kutuk yang diberikan Allah kepada Adam dan Hawa dan sekaligus bagi keturunannya (kita semua). Tetapi jika ketiga bagian ayat di atas dilihat dari sudut kronologisnya maka sangat jelas bahwa bekerja bukanlah kutuk atau hukuman akibat ketidaktaatan Adam dan Hawa.

Alasan pertama kenapa bekerja itu bukan kutuk karena Allah telah memerintahkan manusia untuk bekerja jauh sebelum Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa (Kej 1:28)  Inilah perintah Allah yang pertama kepada manusia. Mereka harus beranakcucu, bertambah banyak, memenuhi bumi dan menaklukkannya serta menguasai lautan dan daratan. Perintah ini tentu tidak akan bisa terlaksana jika orang yang diperintahkan itu tidak bekerja. Dengan kata lain sejak Adam dan Hawa diciptakan Allah, Allah telah memerintahkan mereka untuk bekerja karena bekerja merupakan tanggungjawab mereka dan bagian yang utuh dari kehidupan.

Alasan kedua karena Allah lebih rinci memberitahukan bahwa ketika Allah menempatkan Adam dan Hawa di Taman Eden, mereka harus bekerja di taman itu (Kej 2:15).Kata “mengusahakan” dan “memelihara” di sini tentu tidak lain adalah bekerja. Adam dan Hawa harus mengurus Taman Eden sebaik mungkin karena itulah tugas dan kewajiban mereka.

Di sini terlihat jelas bahwa bekerja sudah menjadi bagian dari kehidupan Adam dan Hawa sejak mereka diciptakan Allah. Perintah untuk bekerja telah diberikan jauh sebelum Allah memberikan kutuk atau hukuman akibat kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa. Jika memang demikian, apa maksud kutuk yang diberikan Allah dalam Kej 3:17-19? Karena Allah telah memerintah Adam dan Hawa untuk bekerja jauh sebelum kejatuhan mereka, maka apa yang disampaikan Allah dalam Kejadian 3:17-19 itu merupakan penegasan bahwa mereka harus lebih bekerja keras lagi untuk mendapatkan atau mencukupi kebutuhan hidup  mereka. Kenapa harus lebih bekerja keras lagi? Karena Allah telah mengutuk tanah,  inilah yang membuat samapi sekarang ini kita harus bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidup kita.

Manusia harus bekerja keras,  bertanggungjawab mengurus keluarganya dan melayani Tuhan yang telah menciptakan dan menyelamatkannya. Dengan kata lain, manusia memiliki tiga hal utama dalam hidupnya: Pekerjaan, Keluarga dan Pelayanan. Ketiga hal ini harus diurus dan dilakukan dengan keseimbangan.  Ketidaktahuan dalam mengatur ketiga hal ini akan sangat berbahaya dalam hidup seorang Kristen.

T.2 Bayangkan  bahwa saudara adalah murid Kristus yang tahu tentang prinsip-prinsip dalam keseimbangan dalam pekerjaan, keluarga dan pelayanan.

T.3 Marilah kita  mengatur dengan bijak pekerjaan, keluarga dan pelayanan kita agar nama Kristus ditingikan melalui ketiga bidang tersebut. Bagikanlah berkat 3T hari ini kepada setiap mereka yang membutuhkan kebenaran firman Tuhan ini.
Ayat Hapalan: I Raja-raja  19:14 Jawabnya: "Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku."

BEKERJA, MEMBANGUN KELUARGA DAN MELAYANI  LEBIH GIAT SAMPAI KRISTUS DIMULIAKAN

Kamis, 07 Februari 2013

Pengaruh Injil Bagi Orang Percaya


1 Tes 1:10  
Apakah pengaruh injil dapat memberi pengharapan bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus?

Injil dapat memberi pengharapan bagi setiap orang yang percaya kepada Kristus
Pengharapan apa yang dimiliki umat Tesalonika? Ayat 10 menjelaskan bahwa jemaat Tesalonika memiliki suatu pengharapan akan kedatangan Yesus Kristus. Mereka menantikan kejadian ini dengan sungguh-sungguh dan tindakan ini tersebar ke propinsi di sekitarnya. Keyakinan umat Tesalonika akan kedatangan Yesus Kristus kedua kalinya tercermin dalam tulisan Paulus dalam setiap akhir pasal 1 Tesalonika.

Jemaat Tesalonika mengalami perubahan yang dikerjakan Roh Kudus. Mereka berubah menjadi teladan bagi umat Kristen di sekitarnya. Mereka berubah menjadi umat yang bersaksi. Mereka berubah menjadi umat yang suka menyelidiki firman Allah. Hanya dengan keinginan dan perbuatan seperti ini maka orang Kristen bisa memiliki keyakinan seperti jemaat Tesalonika. Orang Kristen yang tidak taat pada firman Allah, tidak akan pernah perduli akan kedatangan Kristus Yesus, bahkan ia takut membicarakannya karena ia takut mendapatkan hukuman atas segala perbuatannya. Namun bagi umat Kristen yang sungguh-sungguh percaya pada Kristus dan mau setia mengikuti ajaranNya, ia dengan sukacita dan penuh kegembiraan ingin mengingat dan membicarakan kedatangan Kristus Yesus kedua kalinya kepada setiap orang yang belum percaya kepada Kristus, secara khusus melalui metode one on one.

Jemaat Tesalonika dengan penuh semangat dan harapan menantikan kedatangan Yesus. Allah memberkati jemaat Tesalonika meskipun Paulus melayani mereka dalam waktu singkat. Kita bisa bayangkan, apa yang akan terjadi atau bagaimana besarnya pengaruh dan kesaksian jemaat Tesalonika jika seandainya Paulus bisa melayani jemaat Tesalonika sama seperti Paulus melayani jemaat Korintus dan Efesus.
Injil yang kita miliki sekarang bukan hanya dapat mengubah hidup jemaat di Tesalonika tetapi juga dapat mengubah hidup kita dan keluarga kita. Jadilah orang Kristen yang berubah dan menjadi sosok yang patut diteladani oleh umat Kristen lainnya. Berusahalah menjadi orang Kristen yang bisa mempengaruhi orang lain untuk mengikuti iman dan teladan yang ada pada diri anda, karena anda telah menjadi murid Kristus dan telah mengikuti teladan Kristus.

T.2 Bayangkan  bahwa saudara adalah murid Kristus yang selalu mengandalkan  pengharapan hanya kepada Kristus dan pengharapan akan kedatanganNya yang kedua kali.
T.3 Marilah kita  senantiasa merindukan akan kedatangan Tuhan Yesus Kristus dan selalu besemangat memberitakannya kepada orang lain, terlebih pada mereka yang belum percaya kepada Tuhan. Bagikanlah berkat 3T hari ini kepada setiap mereka yang membutuhkan kebenaran firman Tuhan ini.

Ayat Hapalan: Ibrani  10:37 "Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya.

PENGHARAPAN AKAN KEDATANGAN KRISTUS YANG KEDUA KALI PASTI TERJADI

Rabu, 06 Februari 2013

Pengaruh Injil Bagi Orang Percaya

1 Tes 1:6-9  
Apakah anda percaya bahwa injil dapat mengubah setiap hidup orang percaya?

Injil dapat mengubah kehidupan setiap orang Kristen
Coba kita perhatikan perkataan Paulus ini “Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; . . . sehingga kamu telah  menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya” (1 Tes 1:6-7). Kalimat ini menunjukkan adanya perubahan luar biasa dalam kehidupan jemaat Tesalonika. Bukankah mereka ini dulunya penyembah berhala? Bukankah mereka hanya mendengarkan Injil tiga kali sabat berturut-turut? Namun Roh Kudus telah bekerja dalam hidup jemaat Tesalonika (1 Tes 1:6). Mereka berubah menjadi pelaku kebenaran.

Ingatlah bahwa Roh Kudus yang sama jugalah yang diterima umat Kristen sekarang ini. Jika jemaat Tesalonika bisa berubah dari pecinta dosa menjadi pecinta kebenaran dan firman Allah, orang Kristen juga bisa mengalami hal yang sama. Orang Kristen bisa memiliki semangat yang sama seperti dimiliki jemaat Tesalonika karena umat Kristen memiliki Tuhan yang sama. Roh Kudus yang sama juga akan mengubah hidup setiap orang Kristen yang percaya kepada Kristus. Dia tidak memandang latarbelakang manusia. Dia bisa mengubah hidup setiap orang.

Umat Tesalonika berubah menjadi teladan. Teladan dalam perbuatan dan teladan dalam menyelidiki firman Allah. Kesaksian hidup jemaat Tesalonika tersebar ke berbagai daerah. Paulus berkata, “Karena dari antara kamu firman Tuhan bergema bukan hanya  di Makedonia dan Akhaya saja, tetapi di semua tempat telah tersiar kabar tentang imanmu kepada Allah . . . Sebab mereka sendiri berceritera tentang kami, bagaimana kami kamu sambut dan bagaimana kamu berbalik dari berhala-berhaal kepada Allah untuk melayani Allah yang hidup dan yang benar” (1 Tes 1:8-9).

Jemaat Tesalonika dikenal sebagai jemaat yang bersaksi. Jemaat yang tidak malu akan imannya dan Kristus. Inilah tantangan bagi umat Kristen sekarang ini. Sejak anda percaya pada Kristus, sudah berapa banyakkah orang yang telah mengetahui bahwa anda sebagai orang Kristen?. Sudah berapa banya jiwa yang diselamatkan melalui injil yang diberitakan oleh anda. Apakah anggota keluarga anda sudah mengetahui bahwa anda sungguh-sungguh menjadi pengikut Kristus? Perhatikan perubahan hidup, iman dan kepercayaan jemaat Tesalonika, bukan hanya dikenal anggota keluarga mereka dan penduduk kota Tesalonika tetapi juga dikenal penduduk kota dan propinsi lain. Injil telah mengubah hidup jemaat Tesalonika dan Injil yang sama juga dapat mengubah hidup anda untuk menjadi umat Kristen yang patut diteladani oleh orang-orang disekitar anda.

T.2 Bayangkan  bahwa saudara adalah murid Kristus yang telah diubah oleh kuasa  injil.
T.3 Marilah kita  menyediakan waktu dan membuka diri bagi injil, karena kauasa injil dapat mengubah setiap kehidupan kita yang tidak layak dihadapan Tuhan menjadi lebih baik lagi. Bagikanlah berkat 3T hari ini kepada setiap mereka yang membutuhkan kebenaran firman Tuhan ini.

Ayat Hapalan: “Dan kamu telah menjadi penurut kami dan penurut Tuhan; . . . sehingga kamu telah  menjadi teladan untuk semua orang yang percaya di wilayah Makedonia dan Akhaya” (1 Tes 1:6-7). 
PERUBAHAN YANG BENAR ADALAH MENJADI TAAT PADA PEMIMPIN DAN TUHAN