Minggu, 12 Agustus 2012

Mengasihi Musuh



Apakah anda sudah dapat mengasihi orang yang memusuhi anda?

Sebagai anak-anak Allah kita harus memiliki sifat-sifat Allah. Ada pun salah satu sifat Allah adalah Mahapengampun, seperti kata Pemazmur, "Sebab Engkau, ya Tuhan, baik dan suka mengampuni..." (Mazmur 86:5), bahkan "Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba." (Yesaya 1:18).
           
Seperti Tuhan Yesus, agar Ia layak menjadi Putera Kerjaan Allah, Ia tidak membalas meskipun dicaci-maki, dihujat, diejek, diludahi dan dipermalukan;  Ia sanggup mengampuni dan mengasihi musuh-musuh-Nya. Ia berkata, "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat," (Lukas 23:34). Ia telah meninggalkan teladan hidup yang luar biasa. Menjadi Kristen berarti menjadi murid  Kristus, dan sudah sepatutnya kita mengikuti jejak-Nya dan meneladani kehidupan-Nya. Alkitab dengan tegas menyatakan; "Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup." (1 Yohanes 2:6).  Tuhan menghendaki agar kita mengasihi musuh-musuh kita. Kata-kata Tuhan Yesus dari atas kayu salib bukan kata-kata kutuk atau keluhan atau tentang penghinaan atas kematian-Nya yang terkutuk, tetapi kata-kata-Nya adalah sebuah  doa untuk mereka yang menyalibkan diri-Nya, Putera Allah yang benar, tanpa dosa. Stefanus adalah contoh orang yang mengikuti teladan Tuhan Yesus. Ketika ia dilempari batu dan hampir menghembuskan nafas yang terakhir, ia berdoa, "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" (Kisah 7:60).
           
Kalau kita mengasihi dan berbuat baik kepada orang yang mengasihi kita, apakah jasa kita? Yang dikehendaki-Nya:  "Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkata bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu."  (Lukas 6:27-28). Banyak orang Kristen meremehkan pengajaran-Nya ini. Mungkin ada kasih, tapi terhadap kawan sendiri, grup sendiri, komunitas sendiri atau denominasi gereja sendiri. Terhadap saudara seiman yang tidak dikenal secara pribadi saja kita sulit mengasihi, apalagi musuh?. Paradikma yang seperti inilah yang harus kita hancurkan dalam hidup kita, "Aku (Tuhan - red.) berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu;"  Lukas 6:27

T2. Bayangkan bahwa anda adalah orang yang dapat mengsihi setiap orang yang memusuhi anda.

T3. Marilah kita tetap mengutamakan kasih dalam hidup kita, terlebih kepada mereka yang selalu berusaha memusuhi kita. Bagikanlah berkat 3T hari ini kepada mereka yang membutuhkan kebenaran firman Tuhan ini.

Ayat hafalan:  Matius  6:12 dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;
 
MENGASIHI MUSUH MERUPAKAN SIFAT DASAR  ANAK KERAJAAN ALLAH  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar